Metode penelitian adalah cara ilmiah yang diakui, diterima dan digunakan dalam penelitian yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Dalam hal ini perolehan pengetahuan yang benar yang direkontruksi berdasarkan kebenaran rasional dan empiris mestilah menggunakan metode yang dipertanggungjawabkan. Dalam bab III sudah terlihat rancangan penelitian yang dipakai oleh peneliti.
A. Waktu Penelitian
Waktu penulis mengadakan penelitian dimulai bulan …. sampai bulan…… bahkan sampai berakhirnya Proses penelitian dan pelaporan hasil dari penelitian itu sendiri.
Adapun alasan penulis memilih tempat penelitian dengan pertimbangan, antara lain :
1. Lokasi tempat penelitian merupakan tempat penulis melaksanakan pelayanan jemaat.
2. Adanya keterbatasan biaya, waktu dan tenaga peneliti
B. Model Dan Desain Penelitian.
Dalam bagian ini peneliti menentukan metode penelitian mana yang akan dipakai. Apakah kuantitatif atau kualitatif. Termasuk didalamnya penjelasan tentang istrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Berikut contoh disain penelitian
Penelitian ini menggunakan dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). adapun variabel yang digunakan yaitu:
1. Variabel bebas (independent variable) adalah Paradigma Kepemimpinan menjadi seperti dan penilaian rohani.
2. Variabel terikat (dependent variable) adalah pelayanan pertumbuhan gereja.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Untuk itu, diperlukan suatu uji validitas (ketepatan) dan realibilitas (keandalan) sehingga instrumen tersebut benar-benar dapat mengukur dengan tepat apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan instrumen penelitian dalam bentuk kuisioner atau angket seperti yang terlampir.
Validitas diukur dengan menggunakan fungsi analisa korelasi yang menentukan apakah setiap butir instrumen (skor item) memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan skor total dari setiap butir pernyataan.
Realibilitas dari instrumen yang digunakan diuji dengan rumus sebagaimana yang akan dipaparkan dalam teknik analisa data, dimana melalui ujian ini dapat diketahui apakah instrumen yang digunakan dapat diandalkan (reliable) dalam beberapa jenjang waktu tertentu terhadap kelompok subjek yang sama pada kondisi normal.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Populasi dapat berupa kelompok orang, benda, dan lain-lain yang telah ditetapkan sebagai objek penelitian.
2. Sampel
Sampel merupakan perwakilan dari populasi penelitian. Pengambilan sampel dilakukan sesuai alasan statistic yang dipakai. Misalnya penelitian tentang siswa di beberapa sekolah maka diambil beberapa orang sebagai sampel. Besarnya sampel lihat di rumus statistic yang mengatur tentang pengambilan sampel.
E. Metode Penelitian
Metode penelitian yang dimaksud disini yakni cara ilmiah yang dipakai. Cara ini meliputi semua keterangan tentang pelaksanaan penelitian dijalankan. Misalnya metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode penelitian kuantitatif dengan korelasional yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara dua variabel. Untuk kepentingan ini peneliti memakai alat penelitian seperti: (a) angket terbuka dengan memakai skala sikap model skala Liker. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Berdasarkan skala sikap ini maka pilihan jawaban dalam angket yang disebarkan kepada anggota jemaat diberi alternative jawaban:
5 = SangatSetuju (SS)
4 = Setuju (S)
3 = Ragu (R)
2 = KurangSetuju (RR)
1 = TidakSetuju (TS)
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisa data yang dipakai dalam penelitian ini yakni pengumpulan data adalah literature dan angket yang diberi skor dengan cara: Jumlah skor ideal per-item angket (skor tertinggi) dibagi jumlah skor tertinggi dikalikan seratus. Realisasinya sebagai berikut:
Jumlah skor ideal untuk item (skor tertinggi ) = 5 x Jumlah responden (SS)
Jumlah skor rendah (skor terendah dlm skala likert yaitu 1) = 1 x Jumlah responden (TS)
Jadi presentasi skor yaitu: jumlah skor tertinggi sampai skor terendah per-item bagi jumlah skor ideal per-item.
Menjawab 5 (Sangat Setuju) = 41 orang
Menjawab 4 (Setuju) = 10 orang
Menjawab 3 (Ragu) = - orang
Menjawab 2 (Kurang Setuju) = - orang
Menjawab 1 (Tidak Setuju) = - orang
Penghitungan skor dengan cara:
Jumlah skor untuk 41 Orang menjawab 5 : 41 x 5 = 205
Jumlah skor untuk 10 Orang menjawab 4 : 10 x 4 = 40
Jumlah skor untuk 5 Orang menjawab 3 : 0 x 3 = -
Jumlah skor untuk 3 Orang menjawab 2 : 0 x 2 = -
Jumlah skor untuk 4 Orang menjawab 1 : 0 x 1 = -
Jumlah = 245
Jumlah skor ideal untuk item No. 1 (skor tertinggi) = 5 x 51 = 255 (SS)
Jumlah skor terendah = 1 x 51 = 51 (TS)
Berdasarkan data (item No. 1) yang diperoleh dari 80 responden (jumlah siswa dan guru), maka Pendidikan Agama Kristen terletak pada daerah sangat setuju yang
secara kontinum dapat dilihat seperti:
0 51 102 210 230 245 255
¬¬ TS KS R S SS
Jadi, berdasarkan data (item No. 1) yang diperoleh dari responden, maka pengaruh variabel penelitian terhadap item-item instrument yaitu 245/255 x 100 % = 96,07 % tergolong SANGAT KUAT. Presentase kelompok responden untuk item No. 1 dapat dilihat seperti:
0 20 40 44 60 80 100
Sangat lemah lemah Cukup Kuat Sangat kuat
Analisis di atas menggunakan criteria interpretasi skor.
Angka 0 % - 20 % = Sangat Lemah
Angka 21 % - 40 % = lemah
Angka 41 % - 60 % = Cukup
Angka 61 % - 80 % = Kuat
Angka 81 % - 100 % = Sangat kuat
Perhitungan di atas sekadar contoh, operasionalisasinya dalam Bab IV