This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, February 20, 2016

Empat makna kasih dalam bahasa Yunani

Makna kasih dalam bahasa Yunani yang merujuk kepada empat kata yang berbeda: a. Kata avgapa,w atau kata bendanya avgaph dianggap sebagai kata yang secara khusus digunakan untuk berbicara mengenai kasih Allah, kasih yang rela berkorban, dan kasih yang tanpa pamrih; b. Kata file,w atau kata bendanya filia dianggap sebagai kata yang secara khusus berbicara mengenai kasih persahabatan atau kasih pertemanan; c. Kata stergw atau kata bendanya storgh dianggap sebagai kata yang secara khusus berbicara mengenai kasih persaudaraan; dan d. Kata evraw dan kata bendanya evrwj dianggap sebagai kata yang menandai kasih percintaan atau romantika dengan kandungan makna adanya nuansa seksual di dalamnya. (W. Gunther and H.G. Link, “Love,” in Collin Brown (ed), Dictionary of New Testament Theology, Vol. 2 (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 1976), 538-539

Nama Petrus: Si,mwn VIwa,nnou

Nama Petrus: Si,mwn VIwa,nnou Dalam beberapa salinan Injil Yohanes, frasa Si,mwn VIwa,nnou disalin dengan Si,mwn VIwna (A, K, C, M, N, U, S, 153, dan 1424). Namun, variasi penyalinan ini kemungkinan besar merupakan upaya untuk mengharmoniskannya dengan Matius 16:17 di mana terdapat sebutan: Maka,rioj ei=( Si,mwn Bariwna/. Jika pendapat ini benar, maka kita dapat menerima bahwa frasa Si,mwn VIwa,nnou otentik dalam bagian ini.

Selanjutnya, sebutan nama Petrus oleh Yesus: Si,mwn VIwa,nnou, tampaknya sangat dekat dengan sebutan i,mwn o` ui`o.j VIwa,nnou dalam Yohanes 1:42. Perbedaannya adalah dalam Yohanes 21:15, Yesus menggunakan sebutan yang lebih ringkas. Penggunaan bentuk ringkas ini bisa jadi merupakan sebuah penyingkatan ekonomis dari Yesus atau bisa jadi juga merupakan semacam hasil pengeditan dari sang redaktor Injil ini. Dalam pengertian yang mana pun, kita mendapati suatu hal menarik di sini yaitu sebutan nama Petrus yang dihubungkan dengan ayahnya yang bernama Yohanes (sebutan patronomik). Sebagaimana di Galilea untuk pertama kalinya Yesus menggunakan sebutan patronomik bagi Petrus, demikian pula di Galilea untuk yang terakhir kalinya semasa Yesus di bumi menyebut Petrus dengan sebutan patronomik.

Mengapa Yesus menggunakan sebutan patronomik untuk Petrus di sini bila dihubungkan dengan Yohanes 1:24? Mengenai sebutan patronomik untuk Petrus di sini yaitu Yesus hendak mengingatkan Petrus bahwa pasti ia akan menyangkal ketika Yesus masuk dalam penangkapan dan penyaliban. Naum sebutan ini juga merupakan suatu keinginan bahwa Yesus mau mulai relasi yang abru dengan Petrus. Hal ini terbukti, setelah Petrus menyangkal, ia menyadarinya, menyesal dan bertobat kemudian kembali memulai relasi yang baru dengan Yesus Kristus.

Terjemahan Yohanes 21:15-19 dalam bahasa Yunani

Ayat suci yang terambil dari Perjanjian Baru Yohanes 21:15-19 dalam bahasa Yunani dan terjemahannya, sebagai contoh penelitian teks yang berhubungan dengan salah satu prosedur penelitian tesk kuno yaitu penerjemahan. Terjemahan ini kolaborasi bersama rekan Biblika. Teknis yang penulis gunakan di sini adalah mencantumkan teks Yunani sekaligus terjemahan literal dari ayat per ayat. Untuk penerjemahan terhadap beberapa frasa atau kata yang nanti akan dijelaskan dalam tafsirannya, penulis akan memberikan indikasi melalui catatan pada bagian akhir dari bagian terjemahan ini. Ayat 15 {Ote ou=n hvri,sthsan le,gei tw/| Si,mwni Pe,trw| o` VIhsou/j( Si,mwn VIwa,nnou( avgapa/|j me ple,on tou,twnÈ le,gei auvtw/|( Nai. ku,rie( su. oi=daj o[ti filw/ seÅ le,gei auvtw/|( Bo,ske ta. avrni,a mouÅ Kemudian ketika mereka sudah makan, Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon Yohanes, apakah engkau mengasihi aku lebih dari ini? Dia menjawab: “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Dia berkata kepadanya, “Berilah makan domba-domba-Ku”. Ayat 16 le,gei auvtw/| pa,lin deu,teron( Si,mwn VIwa,nnou( avgapa/|j meÈ le,gei auvtw/|( Nai. ku,rie( su. oi=daj o[ti filw/ seÅ le,gei auvtw/|( Poi,maine ta. pro,bata, mouÅ Dia berkata kepadanya untuk kedua kalinya, “Simon Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Dia menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Dia berkata kepadanya, “Peliharalah domba-domba-Ku.” Ayat 17 le,gei auvtw/| to. tri,ton( Si,mwn VIwa,nnou( filei/j meÈ evluph,qh o` Pe,troj o[ti ei=pen auvtw/| to. tri,ton( Filei/j meÈ kai. le,gei auvtw/|( Ku,rie( pa,nta su. oi=daj( su. ginw,skeij o[ti filw/ seÅ le,gei auvtw/| Îo` VIhsou/jÐ( Bo,ske ta. pro,bata, mouÅ Dia berkata kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Petrus merasa sedih karena Dia telah berkata kepadanya untuk yang ketiga kalinya [mengenai] apakah engkau mengasihi Aku? Dia berkata kepada-Nya, “Tuhan Engkau mengetahui segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Yesus berkata kepadanya, “Berilah makan domba-domba-Ku.” Ayat 18 avmh.n avmh.n le,gw soi( o[te h=j new,teroj( evzw,nnuej seauto.n kai. periepa,teij o[pou h;qelej\ o[tan de. ghra,sh|j( evktenei/j ta.j cei/ra,j sou( kai. a;lloj se zw,sei kai. oi;sei o[pou ouv qe,leij Sesungguhnya aku berkata kepadamu, ketika engkau masih muda, engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana pun engkau suka, tetapi ketika engkau sudah tua, engkau mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengingat tanganmu dan membawa engkau ke mana engkau tidak suka. Ayat 19 tou/to de. ei=pen shmai,nwn poi,w| qana,tw| doxa,sei to.n qeo,nÅ kai. tou/to eivpw.n le,gei auvtw/|( VAkolou,qei moiÅ Ia mengatakan hal-hal ini untuk mengindikasikan bagaimana dia akan memuliakan Tuhan dengan cara kematian. Dan sesudah ia mengatakan hal-hal itu, Dia berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Terjemahan di atas mengindikasikan bahwa beberapa kata dan frasa tampaknya tidak jelas maksudnya dan perlu mendapat perhatian eksegetis, yaitu: a. Penyebutan nama Petrus oleh Yesus: Si,mwn VIwa,nnou; b. Penggunaan kata bo,ske dan poi,maine; c. Penggunaan kata avgapa/|j dan filei/j; d. Penggunaan kata ta. avrni,a dan ta. pro,bata,; e. Penggunaan frasa ple,on tou,twn. f. Mengapa Petrus menjadi bersedih ketika ia ditanyai dengan pertanyaan yang sama untuk yang ketiga kalinya? Keenam masalah spesifik yang penulis identifikasi di ataslah yang akan menjadi kerangka utama pembahasan ekesegetis penulis dalam bagian selanjutnya. Kiranya menginspirasi semangat penelitian teks suci. Salam YM