This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, March 4, 2019

Istilah-istilah Penelitian dalam Ilmu Pengetahuan

Dalam bidang keilmuan pasca penceraian dengan filsafat, ilmu-ilmu dalam bidang apapun mulai berusaha untuk otonom atau berdiri sendiri, katakanlah bercerai dari filsafat tetapi masih membutuhkan filsafat. Itu artinya filsafat selalu dibutuhkan oleh ilmu-ilmu yang katanya sudah otonom. Ilmu pasti pun masih butuh filsafat, misalnya Matematika masih membutuhkan filsafat, fisika juga masih butuh filsafat, dalam ilmu sosial apalagi, filsafat menjadi rebutan. Coba periksa saja kurikulum di Perguruan Tinggi seperti universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik pasti ada mata kuliah filsafat secara tersendiri atau terintegrasi dengan mata kuliah tertentu. Misalnya Ilmu membutuhkan filsafat sehingga ada mata kuliah filsafat Ilmu. Singkatnya dalam bidang kehidupan termasuk penelitian membutuhkan pemikiran mendalam terhadap realitas yang dihadapi. Realitas yang dihadapi adalah sesuai bidang keilmuan. Ada realitas Teologi, realitas Pendidikan, realitas matematika, realitas biologi, realitas kimia, realitas filsafat, realitas hukum, realitas etika, realitas ekonomi dan seterusnya.

Terhadap realitas yang bersifat khusus itulah berlaku penelitian yang pada akhirnya melahirkan ilmu mandiri. dengan demikian saya sepakat dengan Dr. Wirawan yang menulis buku Evaluasi ...Aplikasi dan Profesi, menyatakan:"ilmu pengetahuan mempunyai metode untuk melakukan penelitian ..." (Wirawan,2011:2). Untuk melakukan penelitian pada setiap bidang ilmu, maka ada beberapa istilah sebagai berikut:

1. Riset murni

Menurut Wirawan (2011:2) Riset murni adalah riset yang bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dengan melakukan penelitian untuk menciptakan teori-teori ilmu pengetahuan baru. Mereka yang melakukan riset murni adalah para ahli atau peneliti riset murni yang tertarik pada fenomena ilmu pengetahuan, punya waktu, tenaga, biaya serta alat yang memadai untuk melakukan penelitian. Jadi, tujuan utama penelitian ini hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, penelitian ini mementingkan unsur pengembangan atau temuan sebuah epistemology baru atas bidang ilmu pengetahuan, unsur aksiologinya yaitu apakah penelitian ini bermanfaat atau tidak, bertentangan dengan norma atau tidak, bertentangan dengan agama atau tidak, ia tidak mempertimbnagkannya. Yang difokuskan adalah "pengembangan ilmu pengetahuan". Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap ilmu ada ada riset murninya. Ya ini memang demikian tetapi manusia Pancasila yang mengadakan penelitian selalu berada pada paradigma 5 (lima) sila Pancasila, dengan sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa". Itulah sebabnya penelitian dalam bidang apapun tidak boleh bertentangan dengan Agama yang dianut di ndonesia.

2. Riset terapan
Menurut Wirawan (2011:2), riset terapan adalah riset yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan demikian masalah yang dihadapi masyarakat atau lembaga pendidikan dan lain sebagainya perlu diteliti dan hasil penelitian tersebut digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kemudian jenis penelitian terapan yang dimaksudkan disini dapat meliputi:
(1) Riset evaluasi atau evaluation risearch
(2) Riset tindakan atau action research
Kita mungkin belum tahu siapa yang pertama kali melakukan penelitian tindakan, kita bersyukur ada yang menulis buku dan kita mendapatkan informasi yang disampaikan oleh Wirawan yang menghubungkan nama Kurt Lewin, seorang profesor dari perguruan tinggi berbentuk Institut dengan nama institutnya yaitu "Machassuset Institute Tecnologi", sang profesor ini mengadakan penelitian tindakan pada tahun 1944. Profesor ini kemudian memunculkan istilah action research dalam makalah dengan judul "Action and Minority Problem yang disampaikan pada tahun 1946. Profesor Kurt Lewin mendefinisikan dalam Wirawan (2011:3) yaitu action research adalah riset perbandingan mengenai kondisi dan pengaruh-pengaruh berbagai bentuk tindakan sosial dan penelitian yang mengarah pada tindakansosial yang memakai suatu langkah-langkah spiral, yang masing-masing membentuk suatu siklus perencanaan, tindakan, penemuan fakta mengenai hasil tindakan (https://en.wikipedia.org/wiki/Action Research).

(3) Riset Operasi
Riset ini disebut juga dengan istilah managament science.
Managament Science adalah penerapan metode dan teknik saintifik untuk pengambilan keputusan (Wirawan, 2011:3). Mengambil keputusan merupakan sebuah proses mengidentifikasi masalah dan sejumlah alternatif dan memilih salah satu alternatif yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah. Untuk mencapai maksud ini sering peneliti menggunakan:
(a) statistik
(b) optimisasi
(c) stokastik
(d) teori urutan
(e) teori permainan
(f) teori grafik
(g) simulasi
(h) modeling
(Wirawan, 2011:3)
Kiranya penjelasan di atas dapat membatu mereka yang sedang mencari salah satu istilah di antara informasi di atas

Contoh Rumusan rumusan dalam Bab I Pendahuluan

Contoh Rumusan rumusan dalam Bab I Pendahuluan
B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, dapat diidentivikasi sejumlah masalah pada efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel, STT Paulus sebagai berikut:

1. Ada indikasi sebagian dosen di STT masih menerapkan pembelajaran berbasis materi dan bukan berbasis tujuan atau efektivitas proses pembelajaran di STT.
2. Ada indikasi bahwa sebagian dosen hanya memanfaatkan apa yang sudah ada.
3. Ada indikasi bahwa rumusan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator-indikatornay tidak dilaksanakan secara baik atau kompetensi paedagogik dalam merumuskan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator-indikatornya dengan kata kerja operasional yang relevan untuk domein kognitif, afektif dan psikomotorik kurang diperhatikan secara baik.
4. Ada indikasi bahwa dosen tidak mengimplementasi pembuatan kontrak pembelajaran, silabus dan SAP sesuai teori pelatihan yang telah diperoleh dalam pelatihan Applied Approach yang diselenggarakan oleh Universitas maupun oleh Dirjen Bimas Kristen Protestan.
5. Ada indikasi bahwa belum tampak adanya keinginan/motivasi berprestasi dari dosen dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.
6. Ada indikasi bahwa pembelajaran setiap mata kuliah kurang terintegrasi dengan pendidikan karakteristik unggul berdasarkan didaktik Yesus Kristus dengan mata kuliah yang diasuhnya.
7. Ada indikasi bahwa dosen di STT memiliki blog, baik yang berbasis wordpress.com (www.wordpress.com), blogspot.com (www.blogspot.com) tetapi belum dimanfaatkan untuk proses pembelajaran terhadap mata kuliah yang diasuhnya.
8. Ada indiaksi bahwa dosen di STT kurang memanfaatkan Blog gratis (blogspot dan wordpress), khususnya hosting wordpress. Sementara banyak universitas-universitas di di Indonesia telah memanfaatkan blog untuk keperluan pembelajaran, misalanya blog terbaik adalah blog Dosen dan Mahasiswa Universitas Naratoma, dan disusul dengan universitas lainnya, di STT sangat jarang memanfaatkan weblog untuk proses pembelajaran, pada hal wordpress dan blogspot menjadi media yang sangat relevan untuk dosen mempublish tulisan-tulisan akademis, termasuk mata kuliah 9. Ada indikasi bahwa dosen di STT kurang memanfaatkan weblog berbasis free weblog (wordpress dan blogspot.com dll) untuk mata kuliah yang diasuhnya dalam proses pembelajaran.
10. Diduga dosen di STT engan memasukan kontrak pembelajaran, silabus dan materi kuliah dalam weblog yang dapat diakses mahasiswa secara online.
11. Ada indikasi dosen kurang memanfaatkan media pembelajaran online
12. Ada indikasi dosen lebih banyak memanfaatkan papan tulis sebagai media pembelajaran
13. Ada indikasi dosen kurang memanfaatkan metode pembelajaran secara fariatif
14. Ada indikasi dosen hanya menggunakan metode kuliah atau ceramah pada setiap kali pertemuan.
15. Ada indikasi bahwa dosen hanya menggunakan evaluasi kognitif
16. Ada indikasi bahwa dosen kurang menggunakan evaluasi untuk ranah afektif dan psikomotorik
17. Ada indikasi bahwa dosen tidak menulis bahan ajar secara baik

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identivikasi masalah di atas menjadi jelas bahwa ada banyak variabel yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Variabel-variabel yang mempengaruhi itu disebut variable bebas (independent variable), yang mempengaruhi variable pokok/utama yang telah ditetapkan sebagai variable terikat, variable ini biasa disimbolkan dengan Y, sedangkan variabel bebas disimbolkan dengan X (X1, X2, X3, X4 dst.)

Dalam penelitian ini sesuai identifikasi masalah maka variable bebas dibatasi pada kompetensi paedagogis (X1/ identifikasi masalah no. 1), motivasi berprestasi dosen (X2/identifikasi masalah no.3 ), integrasi pendidikan karakteristik unggul berdasarkan didaktik Yesus (X3/identivikasi masalah no. 8), pemanfaatan weblog (free weblog/blog) dalam proses pembelajaran (X4/identifikasi masalah no.4). Apakah lima variable itu mempengaruhi efektivitas atau tercapainya tujuan pembelajaran yaitu perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik.

Dengan kata lain, berdasarkan sejumlah masalah di atas, perlu dibuat batasan masalah penelitian dengan maksud agar secara penelitian ini dilakukan secara terarah, selain itu efektivitas waktu, dana dan daya untuk menyelesaikannya. Dengan demikian fokus penelitian ini diarahkan pada beberapa variable bebas yaitu: Kompetensi Paedagogis Dosen, Motivasi Berprestasi Dosen, integrasi Pendidikan Karakteristik Unggul Berbasis Didaktik Yesus Kristus dengan mata kuliah, Pemanfaatan Free WebBlog Sebagai Bahan Ajar Online dan sebagai Media Instruksional. Variabel-variabel ini sifatnya independen dan memiliki pengaruh terhadap variable utama disertasi ini yaitu: efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel.

D. Perumusan Masalah

Penelitian ini memerlukan pertanyaan pengarah yang hendak dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh kompetensi paedagogis dosen terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel? 2. Bagaimana pengaruh motivasi berprestasi dosen terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel? 3. Bagaimana pendidikan karakteristik unggul berdasarkan didaktik Yesus terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel? 4. Bagaimana pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel? 5. Bagaimana pengaruh kompetensi paedagogis dosen, motivasi berprestasi dosen, pendidikan karakteristik unggul berdasarkan didaktik Yesus, pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran secara sendiri-sendiri dan bersama-sama berpengaruh terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel?

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui sejaumana pengaruh kompetensi paedagogis dosen terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel?
2. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh motivasi berprestasi dosen terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel?
3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendidikan karakteristik unggul berdasarkan didaktik Yesus terhadap efektivitas proses
4. pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel?
5. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemanfaatan blog sebagai bahan ajar online dan media pembelajaran terhadap efektivitas proses pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel?

Contoh Bab III Metode Penelitian

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian yang digunakan

Menurut Ronny Kountur, metode penelitian adalah suatu cara memperoleh pengetahuan yang baru atau suatu cara untuk menjawab berbagai permasalahan penelitian yang dilakukan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Kaidah ilmiah yang dimaksud dalam definisi ini yaitu suatu penelitian ilmiah dimulai dengan mengidentifikasi masalah, merumuskan dan menguji hipotesis atau menemukan teori serta membuat kesimpulan (Ronny Kountur, 2007:7)

Sedangkan Sugiyono mendefinisikan metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam definisi ini ditekankan beberapa kata penting, yakni cara ilmiah yaitu kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yakni rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian yang dilakukan bersifat dapat diterima akal sehingga terjangkau oleh penelaran manusia.

Empiris berarti penelitian yang dilakukan melalui pengamatan indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sedangkan sistematis berarti proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis (Sugiyono, 2008:3)

Selanjutnya metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kepustakaan (Library Research) artinya penulis mengadakan studi terhadap literatur yang ada, dan menyusun data tersebut secara sistematis (M. Nazir, 1998:l11-112). Sedangkan metode penulisan skripsi ini adalah Metode Deskriptif, yaitu metode dalam menulis suatu situasi dan kondisi atau peristiwa pada masa sekarang.

Penelitian Deskriptif (Descriptive Research), bermaksud membuat penyadaran secara sistematis, aktual, dan akurat, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki (Ibid, 43)

B. Waktu Penelitian

Penelitian ini dimulai sejak …….. sampai …….. 2017 yang diawali dengan pengajuan judul penelitian dan pengujian proposal penelitian dan penelitian lapangan secara kualitatif (Riset Teoritik)

C. Teknik Pengumpulan Data

Lexy J. Moleong mengklasifikasi teknik penelitian atau pengumpulan data dalam beberapa kategori, yaitu (1) sumber data dan jenis data yang diperoleh melalui: (a) kata-kata dan tindakan orang yang diamati atau diwawancarai. (b) sumber tertulis yang dibagi lagi menjadi data dari sumber buku, majalah ilmiah. sumber dari arsip, dokumen pribadi, dan dokumen resmi. (c) Foto menghasilkan data deskriptif dengan kategori foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri. Foto yang dimaksud disini yaitu foto tentang orang dan latar penelitian yang sesuai dengan variable yang diteliti. Latar penelitian dalam foto dapat diamati dengan teliti, foto juga dapat memberi gambaran tentang perjalanan sejarah orang yang ada didalamnya.

Dari foto diketahui gambaran tentang posisi duduk di gereja, keadaan duduk santai, dan gembira ria, keadaan anggota gereja dan lain sebagainya. Foto digunakan untuk memahami bagaimana para subjek penelitian memandang duniannya (Lexy J. Moleong, 1999:114).

Selanjutnya dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dapat dilakukan melalui dua sumber utama, yaitu: Sumber sekunder atau data sekunder. Data sukender adalah data yang bersumber dari penelitian orang lain yang dibuat untuk tujuan yang berbeda. Data ini berupa fakta, table, gambar, dan lain-lain. Walaupun dibuat untuk maksud yang berbeda, data-data ini dapat dimanfaatkan peneliti lain untuk variable yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada riset pustaka.

D. Teknik analisa data

Pada dasarnya dalam penelitian kualitatif belum ada teknik yang baku dalam menganalisa data, atau dalam analisa data kualitatif, tekniknya sudah jelas dan pasti, sedangkan dalam analisa data kualitatif, teknik seperti itu belum tersedia, oleh sebab itu ketajaman melihat data oleh peneliti serta kekayaan pengalaman dan pengetahuan harus dimiliki oleh peneliti. Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif

Contoh Abstrak

ABSTRAKSI
Nama mahasiswa)
2010 Karakter Guru Yang Berintegritas dan Implementasinya di Sekolah ....


Masalah penelitian ini adalah di mana dan kapanpun seorang guru PAK harus memiliki karakter yang baik karena guru adalah pendidik yang akan mengajar dan mendidik peserta didiknya dengan pendidikan agama yang bersumber dari Alkitab. Pendidikan adalah pembentukan karakter seseorang, maka pendidik sendiri harus mempunyai karakter yang bertangung jawab karena ini adalah merupakan dasar yang sangat penting. Perlu disadari pula bahwa kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor genetika/temperamen, bawaan lahir pengalaman individu dan lingkungan hidup yang memproduksi karakter dirinya. Pada kenyataannya karakter hanya dapat dilihat dari perkataan dan perilaku/perbuatan seseorang. Oleh karena itu, pendidikan dianggap sebagai salah satu unsur untuk pembentukan karatker. Setiap orangtua, guru di sekolah, guru sekolah Minggu, atau guru pribadi, adalah orang-orang yang diberi hak yang sangat besar oleh Tuhan untuk mendidik karakter anak. Dalam hal ini karakter merupakan bagian yang penting dari integritas, jika seseorang guru dipercayai oleh naradidik karena kejujuran seorang guru tersebut baik dari pengajarannya maupun kehidupannya maka guru tersebut akan akan mempengaruhi karakter peserta didik pada masa depannya atau kehidupan peserta didik di masa yang akan datang.

Seorang guru yang berintegritas harus konsisten antara kata-kata yang disertai dengan perbuatan, maka dengan demikian, seorang guru dapat menjadi panutan bagi naradidiknya. Namun guru yang berbasis karakter dan perilaku yang positif di dalam dirinya akan dikatakan guru tersebut mempunyai integritas karena merupakan dasar utama bagi seorang guru. Seseorang guru yang mempunyai integritas adalah orang yang menetapkan sistem norma untuk menilai sebuah kehidupan. Kehidupan seorang guuru dinilai dari semua eksisitensi kehidupannya termasuk pengajarannya serta nilai norma dan perilakunya baik di masyarakat maupun terhadap naradidiknya.

Masalah yang terjadi adalah guru berintegritas hanya pada waktu mengajar saja, tetapi ketika di luar jam mengajar kehidupannya tidak berintegritas. Kenyataan yang terjadi dapat saja seorang guru tidak lagi menjadi patokan dalam dirinya, dan seluruh hidupnya tidak menjadi contoh bagi peserta didik dan masyarakat yang ada. Karena bukan dari kesungguhan hatinya dalam mengajar justru guru tersebut melakukan tugasnya hanya sekedar profesi, bukan guru berpikir bahwa tugas tersebut mempunyai tanggung jawab terhadap Tuhan. Tetapi oleh karena tuntutan zaman yang terdesak seperti ekonomi yang kurang tercukupi dalam keluarga, keinginan sukses yaitu kekayaan dan hawa nafsu. Inilah yang menjadi suatu kendala yang cukup berat bagi seorang guru, karena akan membentuk karakter pribadi seorang guru.

Untuk menyelesaikan masalah ini maka penulis memakai metode riset pustaka yang relevan dengan judul dan isi skripsi. Penulisan bersifat analisis deskriptif. Yaitu data berupa pernyataan dan pandangan tentang masalahnya yang disoroti, dan bersifat deskriptif yaitu usaha melaporkan suatu objek atau suatu keadaan tanpa menarik kesimpulan. Akhirnya isi skripsi ini dapat bermanfaat.

Jumlah kata 438 :

Penulis