This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, October 29, 2015

Teori Masalah Penelitian Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi)

Teori Penyusunan Penelitian Mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi) Oleh: Dr. Yonas Muanley, S.Th., M.Div., M.Th.

Penelitian ilmiah pada taraf skripsi, tesis dan disertasi selalu dimulai dengan masalah. Bila tidak ada masalah maka tidak perlu ada penelitian. Jadi masalah mendorong seorang mahasiswa untuk melaksanakan penelitian. Dalam hal ini, seorang mahasiswa di perguruan tinggi pada akhir studinya disyaratkan untuk meneliti. Penelitian tersebut mulai dari penelitian untuk sarja yang disebut dengan Skripsi, Magister untuk tesis, Doktoral untuk disertasi. Penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat memakai penelitian kuantitatif maupun kualitatif dengan mengadakan penelitian lapangan dengan kombinasi kebenaran rasional dan empiris, maupun penelitian yang hanya bersifat penemuan kebenaran rasional.

Penelitian dengan metode apapun perlu memperhatikan teori-teori yang berhubungan dengan Bab I, II, III, IV dan V (atau bisa dikembangkan lebih dari lima Bab). Hal yang ingin saya sampaikan disini yakni beberapa teori yang berhubungan dengan pokok-pokok dalam bab I dan II serta Bab III. Baiklah kita mulai dengan Bab I. Dalam Bab I penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis, Disertasi) pokok pertama yang mesti disampaiakan yakni: Latar Belakang Masalah. Dalam mengemukakan/menarasikan latar belakang masalah perlu didasarkan atas teori-teori tentang “masalah penelitian”. Sering terjadi yakni ketika mahasiswa menarasikan masalah penelitian tidak didasarkan pada teori tentang “masalah penelitian”. Mahasiswa hanya asal-asalan membuat latar belakang masalah. Akhirnya mahasiswa tidak punya arah yang baik dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah tentu ditopang oleh kajian teori (kebenaran rasional) yang relevan dengan variabel (konsep yang dapat diukur) yang diteliti dan analisis data serta kesimpulan yang diambil. Oleh karena itu perlu memperhatikan teori tentang “masalah penelitian”. Beberapa teori tentang “masalah penelitian”. Teori 1

Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Perbedaan antara yang tertulis dengan yang dipraktikkan/perbedaan antara teori dan praktik. Contoh 1: Kucing pada umumnya tidak bertanduk namun ditempat tertentu didapati kucing bertanduk. Ini masalah karena yang diketahui umum yakni kucing tidak bertanduk, maka pokok ini dirumuskan menjadi suatu variabel untuk diteliti. Dengan mengemukakan masalah dengan mendeskripsikan di Latar Belakang Masalah tentang kucing. Mulailah mendeskripsikan tentang kucing sebagaimana yang dikenal umum (diinformasikan dalam buku) kemudian akhiri dengan kucing yang bertanduk. Contoh 2:

Secara psikologi ditemukan bahwa tingkat perhatian orang terhadap pembicaraan/ceramah/khotbah dll hanya berlangsung 45 menit. Oleh karena itu khotbah jangan terlampau lama karena bila terlampau lama maka konsentrasi pendengar khotbah akan berubah. Dengan demikian kotbah selanjutnya tidak diperhatikan secara baik. Akan tetapi di suatu tempat/gereja, jemaat mampu mendengar khotbah secara baik dalam durasi waktu 1,5 Jam. Ini menjadi masalah yang baik untuk diteliti. Dalam teknis pemaparan di Latar Belakang Masalah dikemukakan tentang lamanya waktu tentang tingkat perhatian orang terhadap ceramah/khotbah kemudian akhiri dengan fakta bahwa di tempat tertentu jemaat mampu mendengar khotbah dalam waktu 1,5 jam. Namun perlu didukung dengan bukti, yakni apakah ini pengalaman langsung atau kesaksian orang lain.

Teori 2

Prof.Dr. Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan R&D” mengemukakan bahwa masalah penelitian adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetisi ( Sugiyono, 2008:52) Berdasarkan definisi tentang masalah tersebut di atas, masalah penelitian yang harus dikemukakan dalam Latar Belakang Masalah yaitu: Penyimpangan antara yang seharusnya (saya sengaja bold dan italic untuk menegaskan inti masalah penelitian) dengan apa yang benar-benar terjadi. Misalnya: Yang seharusnya Apa yang benar-benar terjadi Penyimpangan/masalah Deskripsi Masalah Jemaat rajin beribadah Jemaat malas beribadah Jadi, penyimpangannya yakni: jemaat malas beribadah Contoh deskripsi Masalah: Jemaat Kristen adalah orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu maka jemaat rajin beribadah ke Gereja dan ibadah-ibadah rumah tangga. Kerajinan jemaat dalam beribadah bukan untuk mendapat keselamatan tetapi membuktikan bahwa jemaat adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Namun masalah yang terjadi yakni anggota jemaat malas beribadah pada hari Minggu dan ibadah-ibadah keluarga.

Teori 3:

Locke, Spirduso, dan Silverman dalam Andreas B. Subagyo dengan judul buku “Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Termasuk Riset Teologi dan Keagamaan menyatakan: maslah penelitian adalah pengalaman ketika kita menghadapi situasi yang tidak memuaskan. SItuasi itu harus betul-betul tidak memuaskan sehingga dirasakan sebagai masalah. Pengalaman itu bukan hanya pengalaman dalam praktik, tetapi juga dalam mengamati dua teori (pandangan/pendapat/penfsiran teks kita suci, dll) yang bertentangan. (Andreas B. Subagyo, 2004:180) Contoh Dalam buku-buku Teologi Calvinis diperoleh informasi akan pernyataan: Sekali selamat tetap selamat, sementara dalam buku-buku Teologi Armenian diperoleh pernyataan teologis: Keselamatan bisa hilang. Jadi tidak ada kepastian keselamatan. Dalam contoh ini ada dua pandangan teologi yang berbeda: Teologi Calvinis memastikan bahwa keselamatan itu pasti atau “Kepastian Keselamatan” sedangkan Teologi Armenian menyatakan: Keselamatan bisa hilang. Berdasarkan masalah ini, kita dapat rumuskan variabel penelitian (konsep yang dapat diukur), yakni: “Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”. Bila mau dijadikan dua variabel maka judul (variabel) ini dapat dirumuskan: Pengaruh Khotbah Eksegesis Terhadap Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau Pengaruh Khotbah Pendeta Terhadap “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”

Skala pengukuran sikap yang dipakai: Untuk judul tentang Tingkat pemahaman warga jemaat tentang kepastian keselamatan dapat memakai skala pengkuran sikap dengan opsi berikut ini.

Sangat mengerti (5)

Mengerti 4)

Cukup Mengerti (3)

Kurang Mengerti (2)

Tidak mengerti (1) Atau

Untuk Variabel tentang Tingkat keyakinan terhadap kepastian keselamatan dapat memakai skala sikap dengan opsi sebagai berikut:

Sangat yakin (5)

Yakin (4)

Cukup Yakin (3)

Kurang Yakin (2)

Tidak Yakin (1)

Masih banyak teori tentang “masalah penelitian”, namun tiga teori di atas kiranya menjadi bahan refrensi yang menolong peserta penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi) dalam mewujudkan masalah penelitian di Bab I untuk poin: Latar Belakang Masalah Demikian informasi ini semoga menjadi berguna.

Tuesday, July 23, 2013

Membayar Lunas Biaya Ujian Negara Disertasi

Judul Disertasi saya Pengaruh Kompetensi Paedagogi, Motivasi Berpresatasi Dosen, .... terhadap  Efektivitas Proses Pembelajaran. di STT ....
Saya kemudian diperhadapkan dengan kesulitan membayar biaya ujian Negara sebesar Rp 17.500.000,00. Sebenarnya saya punya honor dari menguji tesis dan honor bulanan yang bila dikumpulkan maka lebih dari mencukupi namun ada kendala.Kesulitan itu saya atasi dengan cara sbb dengan judul:



Pengaruh SMS terhadap Efektivitas Pelunasan Biaya Ujian Negara

Masalah Penelitian

Hari Sabtu, 13 Oktober 2012 Jam 09.00 lewat beberapa menit, berangkat dari rumah (Kampung Pulo) menuju Cililitan, dengan Mobil 43 Jurusan Tanjung Periuk, setelah melewati jembatan Kampung Melayu, saya bilang kondektur turun di sekitar Halte Bus, di sekitar Halte ada tukang ojek, saya memanfaatkan jasanya untuk diantar ke Kampus STT Rahmat Emmanuel. Setelah tiba, saya langsung bertemu wakil ketua STT REM. Inti pertemuan itu saya memohon untuk batas waktu pembayaran biaya ujian negara yang jatuhnya tanggal 15 Oktober 2012 diperpanjang menjadi beberapa hari, dengan maksud saya dapat mencari biaya ujian Negara. Ternyata jawabannya adalah tidak bisa karena langsung berhubungan dengan Kemenag, kecuali saya bertemu Dirjen. Saya kemudian berusaha menghubungi seseorang yang dekat dengan Dirjen tetapi jawabannya juga sama tidak bisa. Saya mengutarakan kesulitan saya untuk mendapatkan biaya ujian Negara dalam waktu tiga hari yaitu Sabtu – Senin tanggal, 15 Oktober 2012. Pada hari Sabtu, 13 Oktober 2012 saya mengajar pertama kali di STT RE, tetapi akan mulai jam 16.00 sedangkan waktu ketemu wakil ketua jam 09.00. Saya harus menunggu sampai jam 16.00. Saya menumpang teman saya Pdt. Ulisaut Nainggolan yang pada hari yang sama bertemu wakil ketua, saya pun dibonceng keluar dan turun di Halte Bus, disana saya dalam kondisi tidak menentu, mampir di sebuah warung makan yang sederhana untuk memesan teh (sesuaikan dengan kantong), sambil minum,saya konsentrasikan pada hati nurani dang bergumul dengan Tuhan. Saya memberanikan diri untuk SMS kepada beberapa orang, ada dua orang yang saya SMS pada hari Sabtu, 13 Okt. 2012. Selanjutnya sms ke beberapa orang.
Ujian Negara akan dimulai, disertasi sudah siap sebanyak 409 halaman, hari Sabtu bertemu wakil ketua, untuk mohon pengertian tenggang waktu pembayaran, namun hal ini sulit karena biaya ujian Negara langsung berhubungan dengan Kemenag,tapi melalui ketegasan wakil ketua, saya belajar satu hal yaitu saya harus mengatasi masalah ini dengan pertolongan Tuhan. Dan saya bertekat harus bayar ujian negara disertasi. Saya tidak punya famili terdekat di Jakarta, tetapi Alkitab mengajarkan kepada saya ... Tuhan menyiapkan banyak saudara bagi saya, dan ternyata benar (lihat bahasan selanjutnya(.


BAB II
LANDASAN TEORI
A. SMS (X)

B. Efektivitas pelunasan Biaya Ujian Negara (Y)


BAB III
METODE PELUNASAN BIAYA UJIAN NEGARA
A.   Doa Puasa
B.   SMS

BAB IV
PEMBAHASAN DAN TEMUAN DATA
A. Objek Minta Bantuan
B. Temuan Data

Hasil sms dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu efektif dan tidak efektif.

Saya duduk di sebuah warung sambil minum teh, pikiran tidak menentu. Tiba-tiba teringat seseorang lalu saya terpikir untuk sms. Orang yang berkenaan saya sms adalah orang yang betul-betul saya pertimbangkan dalam pergumulan nurani. Berikut beberapa nama yang kepadanya saya tujukan smsku.

SMS ke beberapa orang yang berkenaan di hati:

1.    SMS ke YaMay         = Sangat Efektif  ……..       Rp 5.000.000,00
2.    IT   = Tidak Efektif
3.    KM = Efektif ………………………………..           Rp 2.000.000,00
4.    NS = Efektif   ………………………………            Rp 2.000.000,00      
5.    YMalka = tidak efektif karena baru membantu
      orang lain
6.    MM = belum efektif
7.    DH      ………………………………………            Rp    500.000,00
8.    YHen  ………………………………………            Rp 2.500.000,00
9.    Rumahku      = Belum efektif
10. Koperasi        = Efektif …………………….           Rp 3.000.000,00
11. AS       = Telepon (variable moderator) ….           Rp 3.000.000,00
12. UN      = Telepon (variable moderator) ….           Rp 1.000.000,00

BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A.   Kesimpulan

SMS untuk beberapa orang ternyata efektif, yaitu mereka telah menolong saya membayar uang ujian Negara sebesar Rp 17.500.000,00
B.   Implikasi
     Kesulitan adalah sekolah terbaik untuk melihat jalan keluar bersama Tuhan dan orang-orang pilihan-Nya.
C.   Saran

1. Negatif: Jangan ikuti cara saya menjadi cara yang paten untuk masalah yang dihadapi. Maksudnya menggunakan sms ke orang lain meminta bantuan.
 2. Positif: Kebersamaan itu penting, bangunlah relasi dengan baik.